Tuesday, April 11, 2017

Resep Bubur Ayam Oriental (Menurut Si Eneng-Saya)

AWAL

Siapa sih yang tidak suka dengan kuliner satu ini. Ya, kuliner yang asal mula dibawa oleh saudagar Cina ini memang makanan yang tidak bisa dibilang ringan juga, karena kalau dilihat dari base nya (nasi yang dimasak dengan banyak air) memang bisa dibilang very light, tapi kalau sudah diberi berbagai toping, kuliner ini tidak bisa dibilang ringan lagi, selain berat juga mewah dengan penyajian beragam toping.
Berikut saya akan menjelaskan proses dan bahan-bahan yang minimalis, karena memang di Perancis ini (untuk daerah tempat saya tinggal terutama) itu susah menemukan bahan yang exact the same seperti di Indonesia.

INGREDIENTS AND THINGS TO DO

Ok, bahan-bahan yang diperlukan adalah:

Bubur
1. Beras, untuk ukurannya tergantung dari akan berapa banyak yang konsumsi bubur yang nanti kalian buat, kalau saya, berhubung yang makan hanya dua orang, beras yang saya pakai itu sekitar satu gelas kurang dari takaran yang sudah ada di rice cooker. Kenapa sedikit sekali, karena bubur yang akan saya buat adalah, bubur Cina yang dimasak lama dengan kuah kaldu, jadi menurut pengalaman saya, semakin lama beras ditanak, maka akan semakin banyak lho bubur yang akan dihasilkan dan juga sekali lagi, yang makan cuma dua orang cccyyyiiinnnttt.. Dan untuk ukuran beras tersebut, bisa untuk dua kali makan orang dewasa. O iya, saran, menurut saya, sebaiknya gunakan beras yang pulen, karena selain lebih cepat dalam proses pemasakan juga hasilnya lebih wangi.
2. Air kaldu dari rebusan ayam. Saya pakai ayam negeri dan menggunakan dua dada ayam ukuran sedang, ya sekitar 250 gram total untuk dua dada ayam. Saya rebus dengan menambahkan gerusan jahe sedikit saja. Kalau pakai ayam kampung pasti kaldu yang dihasilkan dijamin lebih banyak dan gurih. Kenapa saya pilih dada, karena kita kurang suka dengan bagian ayam yang banyak kulit atau lemak.
3. Garam, ½ sdt, karena menurut saya air kaldu dari rebusan ayam sudah bikin gurih, jadi tidak perlu garam terlalu banyak.
4. Lada bubuk, ½ sdt, saya tidak mau pakai banyak karena sudah ada jahe dari air kaldu, takut spices nya terlalu kuat dan juga saya akan menambahkan lada bubuk untuk taburan bersama dengan kecap asin dan kecap manis. Dan kalau teman-teman tidak ada lada bubuk, tentu saja pakai lada butiran lebih baik, bisa digerus/ diulek bersama dengan garam.
5. Santan, ± 50ml, saya cairkan dengan air.

Kuah/ Saus Untuk Bubur:
1. Ayam ± 250 gram.
2. Jahe ¼ ruas jari.
3. Kunyit ¼ ruas jari juga.
4. Air ± 1 liter, untuk merebus ayam, ± 600 gram air kaldu bisa dipakai untuk merebus beras menjadi bubur, sisanya untuk kuah kuning yang diairam di atas bubur.
Note: Sebenarnya kuah kuning ini, kalau menurut saya dengan typical bubur ini tidak perlu, karena serius, buburnya ini authentic oriental dengan rasa gurih yang kuat dari
proses perebusan beras, air kaldu dan sedikit santan.
5. Bawang putih 2 siung, karena size bawang putih di sini itu besar, kalau untuk ukuran bawang putih di Indonesia kira-kira 2-3 siung.
6. Bawang bombay setengah ukuran untuk menumis bumbu.
7. Gula ¼ sdt (pengganti msg/ penyedap rasa. Karena ketika garam bertemu gula akan menghasilkan rasa gurih seperti msg).
8. Daun salam, kalau memang kalian tinggal di tempat yang tidak bisa menemukan daun salam, dapat diganti dengan bay leaves

Bahan Pelengkap Bubur:
1. Kacang kedelai goreng, berhubung di sini susah menemukan kedelai, saya ganti dengan kacang mede.
2. Daun bawang dan seledri secukupnya.
3. Bawang goreng sesuai selera.
4. Kecap asin sesuai selera.
5. Kecap manis sesuai selera.
6. Lada bubuk sesuai selera.
7. Ayam bumbu kuning.
8. Sambal kacang.
9. Krupuk (ini harus saya skip, karena di sini memang tidak tersedia).

Cara membuat:
1. Cuci bersih ayam (kalau beli nya di supermarket, cukup satu kali saja ya) .
2. Siapkan wajan/ panci dengan air ± 1 liter.
3. Gerus/ ulek jahe hingga halus.
4. Masukan ayam ke dalam panci dengan dicampur gerusan jahe. Tunggu sampai keluar seperti buih, bersihkan, karena itu kotoran ayam, masak sekitar 30 menit, dengan api sedang, sampai minyak nya keluar saja.
5. Cuci bersih beras, tiriskan.
6. Pisahkan air, ± 600 gr untuk merebus beras, sisanya untuk membuat kuah.
7. Siapkan panci dengan air kaldu rebusan ayam, masukan beras, tambahkan garam, lada bubuk dan santan cair. Aduk-aduk sebentar, kalau sudah buih-buih, kalau dirasa belum mendapatkan kualitas bubur yang diinginkan, bisa tambahkan air. Aduk-aduk terus, karena takut di bawah bubur berkerak, saya menggunakan api sedang lalu ganti api kecil untuk menghindari kerak di bawah bubur. Angkat dan diamkan, ingat, jangan tunggu bubur sampai air nya habis sekali, karena bubur akan mengental dengan sendirinya ketika didiamkan.
8. Haluskan dengan cara digerus/ diulek, bawang putih, garam, gula, kunyit dan jahe.
9. Siapkan wajan, tumis bawang bombay yang sudah dicincang kasar, masak sebentar, kalau saya, selalu menumis dengan 1 sdm minyak goreng, selebih nya saya selalu matangkan dengan air. Setelah bawang bombay harum, masukan bumbu yang dihaluskan tadi. Masak sebentar, kasih air ¼ gelas, matangkan. Kalau sudah matang, bisa dimasukan ke ayam yang direbus tadi. Aduk-aduk, masak sebentar, mungkin sekitar 10-15 menit.

Cara Penyajian:
1. Siapkan mangkok, tuang bubur secukupnya atau sesuai selera.
2. Tambahkan sedikit lada bubuk dan sedikit kecap asin.
3. Tambahkan irisan daun bawang dan seledri
4. Tambahkan kacang kedelai goreng.
5. Tambahkan irisan ayam (untuk ayam tidak saya goreng lagi, diet.. Hehehe).
6. Tambahkan krupuk.
7. Tambahkan sambal.
8. Jangan lupa kecap manisnya sesuai selera.
9. Dan terakhir kuah kuningnya.

Akhirnya, selamat makan teman..

Sebelum diberi kuah
Berkhayal ada krupuk di sini.. Voila, sudah lengkap (menurut keadaan di sini).. Nnnyyyuuummmm

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba..

Terimakasih

Hidup Sehat dan Murah??? Mauuuu...

Assalamualaikum semua

INTRO

Maaf kan ya, kali ini topik bahasan bukan tentang travelling, saya tidak akan bahas tentang travelling, tapi saya pikir, apa salahnya berbagi something positive. Kali ini saya mau bercerita tentang, tidak mau takabur dengan bilang ini berhasil, tapi menurut saya, apa yang sudah saya lakukan ini bisa dibilang lumayan dan paling penting "konsisten" sampai sekarang ini.
Ok, biar tidak terlalu panjang membacanya, saya mau jelaskan tentang konsistensi saya untuk hidup lebih sehat dari sebelumnya. Jujur, dengan tinggi badan yang cukup minimalis-143 cm aja, berat badan saya sebelum mulai program ini adalah 58 kg, oohh..yaaa.. Sangat berat (menurut saya) yang kalau mengikuti standard berat badan ideal (tinggi badan - 110, untuk wanita dan 100, untuk pria) harusnya berat badan saya adalah 33 kg. Menurut saya itu juga tidak mungkin, mengingat sekali lagi tinggi badan yang sangat minimalis.. Hehehe.. Harapan saya sih paling tidak 45 kg, mungkin bisa dibilang ideal.
Awal saya menemukan program ini, karena saya merasa, mudah sekali kelelahan dalam setiap aktivitas saya, saya tidak menyadari pulang dari Perancis begitu menikmati kuliner Indonesia yang kaya akan bumbu. Ketika menimbang, terkejutlah saya, alamak..!!!  58 kg? Apa kata dunia? Saya pun tidak pernah mengkaitkan peranan berat badan dengan stamina, tentunya untuk setiap orang berbeda, tapi setelah saya banyak membaca literatur ada beberapa argumen bahwa berat badan memang mempengaruhi stamina. Dengan berlebihnya berat badan, maka akan semakin mudah pula kita merasa letih. Baru di sana saya sadar, bahwa I need take an action right on.. Fine, I will do diet now.. That's what I thought at first I realized. Tapi diet apa yang cocok dengan saya yang notabene punya maag akut dan dua kali merasakan selang infus rumah sakit karena diet. Kekhawatiran itulah yang terus menstimulan otak ini untuk menemukan formula yang tepat.

Ini ketika saya 58 kg.. Hhhiiikksss.. Imagine, with only 143cm.. Pppsssttt.. Abaikan angkotnya

APA  SIH OCD? 

Lalu, dari sekian explore youtube, tertariklah saya dengan apa yang disebut "diet ocd (Obsessive Corbuzier Diet)". Diet ocd sendiri sepengertian saya dari banyak literatur yang saya baca adalah, membatasi jam makan dengan sistem "jendela makan". Dimulai dari jendela 8 jam (for beginner), 6 jam, 4 jam dan terakhir puasa one day full. Untuk mengenai apa itu diet ocd dan bagaimana pengaplikasiannya sehari-hari, bisa langsung didapatkan di link ini http://sharedietsehat.blogspot.fr/2013/08/pengertian-dan-inti-diet-ocd-deddy.html

THE REASONS WHY OCD AND HOW TO DO IT?

Kenapa saya pilih diet ini, saya pikir sama saja seperti kita puasa wajib Ramadhan atau puasa-puasa sunah lainnya, I can manage easily.. Hahahaha.. Gaya eeuuuyyy.. Yang saya lakukan adalah, berhubung memang sejak kerja tidak terbiasa sarapan, karena sistem pencernaan saya sangatlah cepat, begitu diisi, pasti langsung mencari toilet, hadeuh.. Kalau orang Sunda bilang mah, "ieu bujur meuni don't eat school chair euy". Jadi untuk menghindari hal tersebut saya selalu skip sarapan, yang end up jadi habit sampai sekarang, memang tidak patut dicontoh, at least, susu bisa jadi pengganjal sarapan.
Jadi pagi kalau based on resep diet ocd, 4 jam setelah bangun tidur, boleh sarapan, entah itu roti (kalau bisa roti gandum) dengan teh atau susu low fat tanpa gula. Setelah itu siang, misal makan jam 12, 8 jam dari jam 12 artinya sampai jam 8 malam, diperbolehkan makan apapun, dengan catatan tidak boleh rakus, untuk saya, saya makan dengan menu dan porsi yang sama seperti sebelum diet. Inti dari diet adalah mengecilkan kantung makanan terlebih dahulu, lama kelamaan pun saya tidak bisa makan dengan porsi "bar bar". Dan di malam hari, saya hanya konsumsi teh tanpa gula, karena sesungguhnya saya sudah terlalu manis jadi kurang terlalu suka to the sweetest food.. Halah lagu lama ya.. Hahahaha.
Saya sangat disiplin selama diet ocd ini, sesuai resepnya, saya pun menjalankan selama 1 bulan, note, saya tidak melakukan exercises atau olahraga apapun sesuai yanh disarankan, saya pikir, dengan jalan kaki ke pasar (di Ubud masih nyaman untuk berjalan kaki), memasak, membersihkan rumah, intinya mengerjakan pekerjaan "inem" yang gajinya cuma "berkah" Allah itu sudah termasuk exercises, teuteup cari excuse bin modus ya hahahaha..
Hasilnya, YES, I lost 4 kgs in one month. Untuk sebagian orang yang melakukan diet yang sama (ocd) hasil saya merupakan hasil yang paling kecil mungkin, jujur, saya pribadi, tidak mau drastis, mengingat apa kata dokter kita diopname, manusia hanya boleh turun 500 gram/ minggu, artinya 2 kg saja/ bulan.. IMAGINE, that's healthy diet based on my doctor at that time.. Jadi, I take slowly on my 
diet.
Saya (Baju putih) setelah satu bulan diet ocd dan turun 4 kg

NEXT PLAN

Setelah satu bulan, saya berfikir, OK, saya sudah turun 4 kg, tentu tidak mau naik lagi, I don't want "yoyo phenomenon" happened again to me. Saya berfikir, apa yang harus saya lakukan, karena, kalau untuk terus diet ocd ini, saya bosan, kenapa? Saya berfikir, kenapa makan harus dibatasi seperti jaman perang ada jam militernya.. Hehehe..
Kembali saya banyak membaca literature dan jatuh hatilah saya pada cerita tante "Dewi Hughes", satu kata dia yang sungguh menginspirasi dan memotivasi saya, "mulailah hidup sehat, kesehatan itu paling penting, kalau selebihnya berat badan turun, itu adalah BONUS". Saya pikir, YES, I prefer healthy life. Saya mulai mengumpulkan bahan-bahan, yang menyenangkan dari diet ini adalah, saya tidak dibatasi jam makan, bagus, karena saya typical "pengemil sejati" tapi ganti cemilannya, yang dulu selalu ambil kripik, sekarang ganti tomat. Beruntung juga saya memang penggila sayur sejak kecil, so, no problem at all. Untuk yang memang kurang suka sayur dan buah, slowly, takes your time.. Ingat, alah bisa karena biasa.. Dan kalau kalian mau kulik lebih detail, kalian bisa cek link berikut http://resephariini.com/rahasia-menu-diet-ala-dewi-hughes/
Inti dari diet sehat ini adalah, mengganti semua makanan saya bilangnya "makanan surga" dengan makanan "neraka"..hahahahha, untuk yang tidak suka sayur dan buah otomatis pasti makanan tersebut adalah makanan neraka bukan. Tidak banyak diolah, lebih ke makanan yang bentuknya masih original atau kalau mau diolah bisa dengan dijus. O iya, ringannya lagi, diet ini informasikan, don't push yourself til the button.. Pleased your self, mungkin 2x per minggu untuk yang namanya "cheating day". Tapi percaya deh, kalau kalian sudah terbiasa dengan menu "neraka" ini, menu "surga" pun akan seperti neraka.. Hahahaha.. Beberapa contoh menu sehat ala saya ada di bawah ini:

Shredded carrot / Wortel Parut dengan dada ayam fillet

Kol dengan fillet dada ayam lagi

Dan voila.. Setelah 1 bulan, berat badan saya turun 4 kg.. Beruntung saya tinggal di Perancis, tidak ada gorengan, bakso dan teman-temannya.. Jadilah penurunan sangat lebih cepat.. Percaya deh!!!.
Dan ini hasilnya teman-teman.

Per tanggal 11 April, tadi pagi menimbang malah sudah 49,8 kg

Lumayan kan? Hehehe

KESIMPULAN

Intinya dari diet adalah:
1. Tentukan dulu tujuan dari diet teman-teman yang mau ambil.
2. Niat, kalau sudah tahu tujuannya, keep on your mind and heart biar selaras, tetapkan niat.
3. Konsistensi.
4. Ingat, kondisi setiap orang itu berbeda, otomatis hasilnya pun akan berbeda.
5. Hindari obat diet apapun, se gencar apapun mereka promosikan bahwa produk mereka alami, etc. That's a bullshit, kata dokter saya dulu bilang, itu semua bohong.
6. Olahraga, dari yang paling mudah dan gratis, jalan kaki
7. Bersyukur.

Jadi selamat hidup sehat teman

Assalamualaikum