Wednesday, March 29, 2017

Mau Ke Eropa??? (Perancis Mungkin?).. MAKE IT HAPPEN

Assalamualaikum Semuanya,

REFRESH

Berhubung masih belum sempat travelling lagi, saya mau coba bahas the way how to enter Europe (France probably). Jadi bagi yang bener-bener kepingin banget tau caranya bisa ke Eropa, bisa dibaca sekulik kisah cinta saya terhadap negara ini (notabene, lebih mengulik ke Perancis, sih, karena bukan karena pacar yang asalnya dari sini, tapi juga dari dulu curious banget sama kastil-kastil ala cinderella yang banyak bisa ditemukan di Perancis ini).

Seperti yang kita ketahui, Perancis memang masih salah satu magnet bagi pelancong seluruh dunia, ketika mau berkunjung ke Eropa, maklum, negara dengan julukan "sweet romantic city" terkenal dengan apalagi kalau bukan Menara Eiffel nya. Padahal kalau mau dijelajahi lebih lanjut, keindahan alam di benua biru ini, gak kalah menarik dan mengagumkannya seperti di Indonesia. Misalnya saja,
Buat aku pribadi sih, awalnya memang itu, otomatis ya Menara Eiffel split on your mind, every time we think, speak about French, tapi, begitu sampai di negara ini, "Alamakkkkk.. Tarik nafas panjang.. Secara saya kan dari Jakarta, sudah pasti susah dapat udara segar macam AC dengan suhu paling dingin.

Inilah dambaan semua orang di saat berfikir tentang Perancis, sayang di tahun 2013, smartphone belum banyak yang mumpuni. Sekedar info, ternyata Menara Eiffel ini besar sekali lho..!!!

Ok, daripada ngoceh terus soal liburan saya 😀, lebih baik mari kita segera mulai step-step untuk bisa masuk ke negara indah ini.
Sebelumnya, bukan mau nakutin sih, tapi ya mencoba menerima kenyataan sih, betapa sedih nya jadi warga negara yang passportnya warna hijau. Bukan, serius, bukan bermaksud underestimate negara sendiri, Indonesia tetap cantik kok, cantik banget malah, ya tapi itu, tetap saja, kalau dalam urusan birokrasi di kancah internasional, proses nya bisa sampai pengen gigit manusia..😭 Hahahahha, itulah kenyataan yang memang harus saya alami, meskipun begitu, jangan kendorin semangat, perjuangan kalian semua pasti akan terbayar 💞.

KERJA KERAS A-Z
Step pertama yang harus kalian lakukan adalah, pikirkan dulu, mau berapa lama kalian di sana dan apakah mau mampir ke negara schengen lainnya. O iya, teman-teman, bahasan ini khusus untuk yang mau pergi mandiri ya, maksudnya, bukan group dari travel agent. Otomatis kita harus urus semua sendiri, dari A-Z.
Dan untuk daftar negara schengen kalian bisa cek link berikut http://www.schengenvisainfo.com/schengen-visa-countries-list/. Dan sebagai informasi tambahan, benua Eropa itu besar sekali, jadi belum tentu negara yang ada di Eropa itu masuk dalam daftar schengen lho...
Terus apa sih schengen? Schengen area adalah daerah yang ketika kamu masuk, tidak perlu mendapatkan izin tinggal lagi, jadi misal kamu apply visa schengen tapi kamu masuk dari Perancis dan kamu mau bepergian juga ke negara yang termasuk dalam wilayah schengen, kamu tidak akan perlu lagi visa tersebut, contoh mau ke Belgia, atau Jerman sudah bisa dengan visa yang kamu dapat dari kedutaan besar Perancis di Jakarta.
O iya, make sure juga ya, kamu dapatnya multiple entry visa. Apa sih bedanya single dan multiple entry visa itu? Kalau single, itu, kamu cuma boleh satu kali masuk dan ke negara schengen yang kamu mau, jadi, ketika kamu sudah keluar dan mau masuk lagi, kamu harus apply visa lagi. Jadi, jangan lupa untuk request multiple entry ketika apply visa ya..😃
Kalau kamu sudah tahu, mau berapa lama dan mau mengunjungi negara yang lain seperti yang sudah saya jelaskan di awal, barulah mulai konsentrasi untuk mengumpulkan semua persyaratan yang diperlukan.
Untuk informasi, sekarang untuk proses visa schengen Perancis, harus melalui TLS. TLS adalah lembaga resmi yang ditunjuk oleh kedutaan Perancis di Indonesia untuk mengurus dan melaksanakan semua proses tersebut, terkecuali untuk visa menikah ya, masih berurusan dengan kedutaan Perancis di Jakarta . Jadi tidak lagi harus ke kedutaan Perancis di Jakarta lho dan memang saat ini TLS baru ada di Jakarta, jadi mau tidak mau, bagi kalian di luar Jakarta, yang mau mengurus visa secara mandiri (tidak pakai travel agent) ya harus ke Jakarta 🙏. Hhhmm, tapi, baru ingat, per November 2013, semua negara di Eropa mewajibkan kita memiliki yang namanya biometric visa untuk masuk ke sana. Ya end up nya memang tetap harus ke Jakarta ya guys.. Ayo semangat, kapan lagi bisa lihat Monas, hehehehe..


Monas kebanggan umat Indonesia Raya, termasuk saya..Hehehe..

Apa sih biometric visa itu? Dari namanya sih, pasti ini urusan sidik 3 jari dan juga capture retina mata, hampir sama dengan proses e-ktp sih pikiran saya dulu. Tapi, sedikit kaget juga sih ketika terima yang namanya biometric, pikiran saya waktu itu adalah akan berbentuk seperti id card, seperti KTP atau SIM, ternyata cuma seperti ini lho.. Hebat!!! Selembar kertas bisa punya power sebegitu besar nya.
Lihat, cuma selembar kertas Bro, Gan Sist, tapi power nya mengalahkan RINSO anti noda 😁 Ups, maafkan maklum sudah mau lima tahun, jadi kotor, alasan sih.. Hihihi

Setelah kamu melakukan tugas kenegaraan ini, maksudnya, foto biometric dan sidik 3 jari, nanti pada paspor kamu, akan tertera VIS, yang artinya menunjukkan kamu sudah melaksanakan proses biometric ini dan biometric ini dilakukan di kantor TLS ya temans bukan di kedutaan Perancis dengan masa berlaku untuk 5 tahun. Ini contoh visa yang sudah ada VIS nya.


Tulisan VIS nya kecil sih (yang paling bawah ya temans) dan mohon abaikan foto pemilik lapak ini..😅

Ini link resmi tentang TLS https://fr.tlscontact.com/id/jkt/index.php. Ada 3 pilihan bahasa, Indonesia, Inggris dan juga Perancis, jadi tidak perlu khawatir. Ikuti sama semua petunjuk yang ada di TLS website ya.temans, karena untuk aku, aku bukan pilih yang visa liburan/ turis. Tapi mengunjungi teman, jadi ada undangan resmi dan syarat dari pihak pengundang yang perlu dilampirkan dalam proses visa tersebut.
Dari sisi kita nya dulu ya 
1. Passport yang masih berlaku (asli dan fotocopy).
2. Foto dengan background putih, ukuran 3,5 x 4,5 (Petunjuk bagaimana cara berfoto ada di website TLS) berikut CD dari foto kita, kalau saya selalu minta sama tukang foto nya, takut nya kurang, pihak TLS bisa langsung print dari CD tersebut.
3. Identitats pribadi, seperti KTP, Kartu Keluarga dan Akta Lahir (fotocopy), kalau aku sih, aku bawa juga yang asli nya, in case ditanya, meskipun end up nya tidak diminta juga sih, tapi mengindari bolak-balik.
4. Surat keterangan bank (asli dan harus ada stempel dan tanda tangan pihak berwenang dari bank nya ya, ingat ditujukan untuk kedutaan besar Perancis di Jakarta, bukan konsulat jenderal Perancis dan harus lengkap alamat, email, telpon dan fax, meskipun tetap TLS yang mengurus, keputusan tetap diputuskan oleh pihak kedutaan, sayang saya tidak memiliki contohnya, karena semua sudah diserahkan ke pihak TLS), untuk surat keterangan bank ini, kalian bisa datang tempat di mana kalian menabung. Tidak perlu tempat pertama kali kalian buka, karena semua bank sekarang sudah online, sama seperti saya, saya membuka rekening tabungan di Bank Mandiri Graha Irama, tapi untuk surat keterangan bank nya bisa saya dapatkan dari cabang pembantu Bank Mandiri Ubud.
5. Rekening koran 3 bulan terakhir (asli dan fotocopy). Untuk ini, kalian harus cerdik ya, karena, setahu saya, kedutaan Perancis juga akan selektif sekali, memang tidak disebutkan secara detail jumlah tabungan kita harus berapa di website manapun (TLS dan Kedutaan Perancis) tapi setahu saya, untuk bepergian minimal 30 hari, untuk ke negara Eropa, paling tidak harus punya tabungan minimal 50 juta dalam rekening, lebih banyak lebih bagus. Dan usahakan kalau kalian tidak punya dan mau pinjam, jangan langsung ditaruh langsung 50 juta (dengan perhitungan rata-rata kita menghabiskan 30-50euro/ hari di luar dari akomodasi/ tempat menginap), seriously, ini akan membawa kecurigaan pihak kedutaan dalam mengambil keputusan, terkesan kita mampu yang dimampu-mampu kan.. Kan sayang dengan perjuangan kita, gagal cuma masalah ini. Jadi sebaiknya dicicil saja. Misal, 10 juta setiap bulan, karena yang dilihat dari kedutaan Perancis adalah, aktif tidak nya tabungan itu sebagai secure guarantee dan sekali lagi welcome to the cruel of the world, that's the fact that we need to deal with 😑. Tapi sekali lagi, jangan putus asa!!!.
6. Waktu pertama kali ke Perancis saya tidak mengikut sertakan buku tabungan yang asli, tapi ketika berangkat yang ke dua kali, mereka minta ya sudah, sampai kunjungan ke lima sekarang ini pun meskipun sudah ada rekening koran, tetap saya masukan, sekali lagi daripada harus bolak balik.
7. Fotocopy kartu kredit depan belakang (bisa VISA atau MASTERCARD) ini dilakukan untuk lebih menyakinkan pihak kedutaan bahwa kita pantas ke negara mereka.
8.Surat keterangan kerja (asli) dengan tanda tangan atasan kita dan stempel perusahaan dan sama ditujukan untuk keduataan besar Perancis di Jakarta ya. Jujur, lebih baik memang ada surat keterangan kerja, itu akan memudahkan kita untuk mendapatkan visa, karena akan ada jaminan bahwa kita akan kembali ke Indonesia, karena di surat keterangan kerja akan tertulis kapan kita akan kembali pulang. Maaf, karena mereka perlu asli jadi saya pun tidak punya copy nya.
9. Slip gaji 3 bulan terakhir dengan menyebutkan posisi/ jabatan kita (asli) dan dengan stempel juga.
10. Karena saya ketika itu berdomisili di Bali, sedangkan KTP saya adalah KTP Jakarta, saya pun wajib memasuk kan identitas sementara tempat saya domisili, kalau di Bali namanya KIPEM, ini tidak perlu yang asli, cukup fotocopy (depan dan belakang). Ini contoh KIPEM

                                                                                            
                                                              Tampak depan
                                                               Tampak belakang
11. Tiket pesawat return (asli), cuma saran sih, untuk teman-teman yang passport nya masih muluk macam muka bayi, jangan kan dapat stamp negara Eropa, yang dekat macam Malaysia atau Singapore saja belum pernah, menurut aku sih lebih baik pakai travel agent, kenapa, karena di travel agent bisa menyediakan fake tiket, tanpa teman-teman harus beli tiket terlebih dahulu. Memang, harga otomatis akan lebih mahal ketimbang kita urus sendiri, tapi dari pada kehilangan uang sekian juta untuk harga tiket pesawat yang mahal, in case kita terima kenyataan pahit visa kita ditolak 😭, semoga sih tidak ya, lebih baik rugi berapa ratus aja dengan harus bayar lebih kepada pihak travel agent dan di travel agent juga sudah tersedia travel insurance. Saya juga selalu menggunakan travel agent, meskipun sudah lima kali ke Perancis, dengan alasan, pertama sih, malas ke Jakarta saja dan ke dua ya karena alasan tiket pesawat dan travel insurance itu.
12. Travel insurance (asli) yang mengcover kita dengan jumlah hari kita tinggal.
Dan kalau dari pihak sponsor yang mengundang kita adalah:
1. Attestation D'accueil dari kepala desa tempat sponsor kita tinggal yang diisi oleh pihak sponsor kita (asli). Untuk yang ini maaf ya, saya tidak dapat masukan contohnya, meskipun ada, karena menyangkut privasi sponsor saya.
2. Passport sponsor yang masih berlaku (asli dan fotocopy).
3. Surat keterangan dari bank sponsor (asli).
4. In case kalau mau ambil visa yang lebih dari 30 hari (bukan visa turis), harus juga ada tulisan tangan si sponsor yang menjelaskan alasan dan tujuan kenapa kita mau ke Perancis lebih dari 30 hari dan menerangkan juga hubungan kita dengan si sponsor.

Untuk proses visa nya sendiri, takes time not more than satu minngu (dijelaskan di TLS) maksimal satu minggu deh.. Jadi usahakan semua dokumen lengkap, jadi tidak perlu bolak balik, seperti saran saya, kalau baru pertama, lebih baik, pakai jasa travel agent saja dulu. Dan kita tidak bisa proses visa sebelum 60 hari dari waktu keberangkatan kita, karena TLS telah menjelaskan, 60 hari minimal dan 30 hari maksimal.
Jadi silahkan collecting semua paperwork nya dulu ya..

Nah, jadi itulah seklumit cerita saya tentang bagaimana prosesi dan hebohnya untuk bisa melihat Eiffel Tower yang mashyur itu, kalau kalian sudah pernah atau untuk yang ke dua kali dan seterusnya mungkin, everything just simple as that, just enjoy. Semoga bermanfaat.. Tetap semangat temans.. Dan everything starts from your mind.. Keep on your mind that I'm gonna make it then it would be.. 
Biar teman-teman semakin tidak patah semangat, ini lho bagus nya Perancis.. Jadi jangan melulu, Paris ya, explore more as much as you can..

Ini Mont Saint Michel, hampir sama dengan Tanah Lot di Bali, castle in the middle ocean, next waktu saya akan bahas ya, karena sudah pernah ke sini dan memang.. WOOOOWWWW
Kalau ini Carcassone, one of UNESCO heritage, next juga akan saya bahas soal castle ini.

Sedikit saran, kalau menurut saya, waktu yang terbaik datang ke Perancis adalah musim gugur/ autumn? Kenapa?  Pertama, tiket pesawat tidak terlalu mahal ketika musim panas/ summer (tetap ya di mana-mana namanya liburan sekolah di mana-mana mahal, tak bisa dipungkiri). Ke dua, cuacanya lebih bersahabat untuk kita yang notabene Asia, tidak bisa terlalu dingin, seperti di winter atau panas di summer (pengalaman pribadi sih tepatnya, hehehe). Ke tiga, lebih suka saja sama warna-warna pohon, terus ketika jalan akan bunyi daun-daun yang sudah jatuh.."kres..kresss..kress.." seperti di film. Hhhmmm, atau musim semi/ spring ya.. Nanti deh, janji aku cerita, karena sekarang saat ini aku menulis blog ini, sebentar lagi akan mulai spring di sini. Tapi boleh dong pamer autumn dulu, biar semakin kenceng keinginan travelling ke negara keju nya 😀.

Ini dari internet sih
Koleksi pribadi, cakep kan??? Lumayan ya??? Wink-wink.. 😁

Nah ini pas winter, selain dingin, juga gelap, karena aselik matahari pelit banget untuk bagi sinarnya di sini, jadi beruntunglah kita yang masih bisa bertemu matahari sepanjang tahun.. Alhamdulillah..💟😊

Ini bukan efek kamera, tapi ini memang suasananya yang gelap ketika winter, padahal jam 3 sore ketika foto itu diambil, harusnya masih terang 😢.

Jadi tunggu apa lagi, let's pack your luggage temans.. Who knows we might meet here, wink 💝


CONCLUSION
1. Everything starts from your mind, absolutely correct, I feel that.
2. Ketika kalian punya mimpi, convince your heart that someday you will make it.
3. Nothing is impossible..

Kalau ada yang perlu informasi jangan ragu ya untuk sharing apapun di kolom comment di bawah atau bisa langsung email aku di tasyajojon@gmail.com, dengan senang hati, kalau bisa saya bantu, saya akan bantu, kecuali kalau minta duit ya, secara saya juga masih cari duit.. hehehe..

Terimakasih,
Waalaikum salam 💘

Sunday, March 26, 2017

Wet Escape in Pulau Menjangan

INTRO

As we have read so many good reviews on the internet, made us deeply curious to discover over this place. 
Before we heading off to Menjangan island, must be collecting all the sources from many references and all references were good advise. Thanks for that!!!.. Our dream to swim with all the fishes around us will come true. But, need to inform, from all the positives input, we need to admit, transportation is one obstacles, since we were departing from Ubud, none of any public transportation, well yeah, even though, need to admit, Bali is one of province in Indonesia, that minus of public transportation. I meant, I thought that there would be like shuttle at least, but NONE, mostly taxi and it cost a lot, if from Ubud, maybe because, Menjangan island position is really in the corner of West Bali. It is close to Gilimanuk port, a port that connecting from Bali and Java,
As we thought it was too much if we took taxi, further, we decided, to took scooter, YES.. Scooter. My partner said, it would be much challenging instead. 
We left our place in Ubud at 9.00 am, since at that time, we realized Ubud was the wet-EST season that we've been passed it. Our ideal thinking, we must be hurry, if we don't want get wet during our trip. And we took this route 
And YES, it was really challenging adventure indeed. When we arrived in Bedugul,the owner of food stall/ warung warned us about what happened in front and asked us to be more careful in driving. Soonest we were in "Kebun Raya Bedugul" it was already stuck, traffic jam-ed so long..
Sighting of Bedugul on February 2017, flooding
And we trapped in flooding, landslide, for me, who never been in that situation, it was like nightmares. But, thankfully, we took scooter, then still keep moving on even though was showering by hard raining, fogging and wind, but truly magnificent experience.
Just an advise, maybe, for some of you, who love travel and discover Bali more, better not in between January and February whereas, raining almost everyday in Indonesia, including Bali.
And after more less 6 hours (off course we took some coffee as well in food stall) finally we arrive in our home stay. As we've been searching through booking.com, we took our choice in "Made Taro Menjangan Home stay" for us resting in 2 nights that located in Banyuwedang. The price is quite good for us, it is only about $14/ night with the nice services that they have been given during our stay.
This is the value from "Made Taro Menjangan Homestay" based on Trip Advisor that might be your reference in further https://www.tripadvisor.com/Hotel_Review-g608479-d10660843-Reviews-Made_Taro_Menjangan_Homestay-Banyuwedang_Gilimanuk_Bali.html

Also, I took some photos of theirs for your further reference probably, sadly only bathroom, since, bedroom and meals I forgot it.
Bathtub 
Shower
Bathroom part from Made Taro Menjangan Home stay
Some little suggestion as well, if you not have your own transport to reach Menjangan island, best, you stay in Pemuteran area, much more choices in foods, accomodation, etc. As I can described, it is quite similar like in Candidasa area.
As for Menjangan island as well, as many information as I have read, it could be reach out, from two area (Bali and Java). As I informed earlier, Menjangan island located in between Bali and Java. From Bali, you could take boat from Pelabuhan Lalang (I have no idea, where is Pelabuhan Lalang, since, we took from Banyuwedang, my thought is from Pemuteran. As I've known it is more far than Banyuwedang) and Banyuwedang. And from Java, it is from Gilimanuk port.
The port that you choose to take you will consider the price, as I read, from Java side it is much cheaper instead.

PRICES

Here is the details from Banyuwedang, please note, we are two people, I (local/ Indonesian) and my partner (French), too bad I don't keep all the bills:
1. Room, included tax and service 2 pax, Rp. 150.000; or $13/ night
2. All supplies from our place to Menjangan island (included, entrance, rent boat, tour guide, foods) it was Rp. 350.000; or $26/ person, please be noted the price is for local person, as my partner, it was charged Rp. 450.000; or $34/ person. As we understood, there is always difference between local and westerners in prices.
Our boat
Our luch, you could choose, fried noodle and rice noodle
Menjangan Island turquoise water
Snorkeling time, sadly, we don't have underwater camera to pictured underwater life, we need pay extra to rent from the guide
And also that prices was for 4 hours start from we departed. We were depart at 1000.am then finished at 2.00 pm.

OUR EXPERIENCES

When some friends asked us, did we enjoy it? Honestly, we bit disappointed. Does not mean Menjangan island is not beautiful, it is beautiful, Indonesia ocean always amazing as the story goes behind. But some facts that we found in reality seemed far away than what people telling on many sources and I just trying to be fair and honest. Here are some facts (kindly note we across from Banyuwedang port-have no idea the experience might be different from other port):
1. As per information Menjangan island is one of ten best snorkeling in the world, fact, Padang Bai in East Bali even more fishes to surf and enjoy, maybe as many writing that mentioned that a lot of fish in Menjangan island, it is when you get deeper or we called diving instead just snorkeling, Even my partner, has opinion, Bunaken is the most beautiful place in Indonesia to do snorkeling.
2. The price is extremely unbelievable, I was reading one posting it was in November 2016, that the entrance at that time was Rp. 10.000; or less than $1/ local person. We went there on February 2017, which is according to me, if there is difference, won't be much different, but I was wrong, I was charged Rp. 50.000; or abou $3/ local person. And for westerners much more amazing Rp. 150.000; or $13/ person. It is fine, if we needed to pay, but the thing that bothered us, we were confuse, since, we did not pass any entrance at all and no ticket.
3. First time we landed in Menjangan island there will be deer who welcoming us, fact, we did not allow to enter until shoreline, only special boat who could.
4. There will be three points that we could enjoy, fact, it was only two.
5. I thought there will be snacks on the boat as per information that I read, fact, only lunch provided.
6. Price included rent camera underwater, fact, we need pay more with minimum Rp. 100.000; or $7/ tour.
7. Thought guide, will guiding us, fact, the guide only say, "just follow me, OK?"

That's the fact that we need to reveal and it is only based our experience. Some, might be different.

And as for food as well, since we were staying in Banyuwedang, which was hard to find food stall/ warung, we need to go to Pemuteran to find cheap food. Don't worry in that area, you could find meals in many food stalls/ warung for once in between Rp. 10.000; - Rp. 15.000; or less up to $1/ person (local and foreigners).

BUDGET

Thus, total for whole our vacation, 2 nights and 3 days for two person (local and foreigner) more less Rp. 1.600.000; or $123. Here are the details:
1. Room: Rp. 180.000; or $14/ night included, breakfast, tax and service.
2. Supplies to across Menjangan island, local Rp, 350.000; or $26/ person (local). Rp. 450.000; or $34/ person (foreigner).
3. Our meals (lunch and dinner), average Rp. 100.000; or $7 for two persons/ days. Means Rp. 300.000; or $23 for two persons for three days.
4. Gasoline, two times, go and come Rp. 30.000; or Rp. $2, note, we rode Honda Vario and route when we came back to Ubud (it took about 9 hours-off course with so many resting that we had took), it was more further than first time, since we avoided the hurricane that still happened in some area of Bali. It is much more cheaper instead you take taxi and also you could enjoy Bali coast during the trip.
5. Stop in many food stall/ warung, since we took long ride, need to rest some while, it took more less, Rp. 100.000; or $7 dollar for all our stop over.

CONCLUSION

For us who does love ocean much, this trip such give us much lesson and below are:
1. Nature's power is more than anything in this world.
2. It is better you disappointed instead you don't have any experiences.
3. Indonesia #cakep or #amazing as always.

For those who might be who has same experience as mine either in Menjangan island or everywhere (knowing fact is not as good as our expectation) you could share here. Or might have some questions that I haven't posted here, please do not hesitate to comment through here or my direct email.

Hopefully, what I wrote here, could give you some preferences..

Much Thank You..
Assalamualaikum